Selasa, 30 Desember 2014

TEKNIK ANALISIS DATA PENELITIAN KUANTITATIF

BAB 8
ANALISIS DATA

A.    STATISTIK DESKRIPTIF DAN INFERENSIAL
Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. Pengklasifikasian menjadi statistika deskriptif dan statistika inferensia dilakukan berdasarkan aktivitas yang dilakukan.
Statistika deskriptif hanya memberikan informasi mengenai data yang dipunyai dan sama sekali tidak menarik inferensia atau kesimpulan apapun tentang gugus induknya yang lebih besar. Contoh statistika deskriptif yang sering muncul adalah, tabel, diagram, grafik, dan besaran-besaran lain di majalah dan koran-koran. Dengan Statistika deskriptif, kumpulan data yang diperoleh akan tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat memberikan informasi inti dari kumpulan data yang ada. Informasi yang dapat diperoleh dari statistika deskriptif ini antara lain ukuran pemusatan data, ukuran penyebaran data, serta kecenderungan suatu gugus data.
Statistika inferensial. Statistika inferensia mencakup semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data (contoh ) atau juga sering disebut dengan sampel untuk kemudian sampai pada peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data induknya(populasi).
Dalam statistika inferensia diadakan pendugaan parameter, membuat hipotesis, serta melakukan pengujian hipotesis tersebut sehingga sampai pada kesimpulan yang berlaku umum.Metode ini disebut juga statistika induktif, karena kesimpulan yang ditarik didasarkan pada informasi dari sebagian data saja. Pengambilan kesimpulan dari statistika inferensia yang hanya didasarkan pada sebagian data saja sebagian data saja menyebabkan sifat tak pasti, memungkinkan terjadi kesalahan dalamn pengambilan keputusan, sehingga pengetahuan mengenai teori peluang mutlak diperlukan dalam melakukan metode-metode statistika inferensia.

B.     STATISTIK PARAMETRIS DAN NONPARAMETRIS
Statistik Parametrik, yaitu ilmu statistik yang mempertimbangkan jenis sebaran atau distribusi data, yaitu apakah data menyebar secara normal atau tidak. Dengan kata lain, data yang akan dianalisis menggunakan statistik parametrik harus memenuhi asumsi normalitas. Pada umumnya, jika data tidak menyebar normal, maka data seharusnya dikerjakan dengan metode statistik non-parametrik, atau setidak-tidaknya dilakukan transformasi terlebih dahulu agar data mengikuti sebaran normal, sehingga bisa dikerjakan dengan statistik parametrik.
Statistik Non-Parametrik adalah test yang modelnya tidak menetapkan syarat-syaratnya yang mengenai parameter-parameter populasi yang merupakan induk  sampel penelitiannya. Oleh karena itu observasi-observasi independent dan variabel yang diteliti pada dasarnya memiliki kontinuitas. Uji metode non parametrik atau bebas sebaran adalah prosedur pengujian hipotesa yang tidak mengasumsikan pengetahuan apapun mengenai sebaran populasi yang mendasarinya kecuali selama itu kontinu.
Pendeknya: Statistik Non-Parametrik adalah yaitu statistik bebas sebaran (tidak mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Selain itu, statistik non-parametrik biasanya menggunakan skala pengukuran sosial, yakni nominal dan ordinal yang umumnya tidak berdistribusi normal. 
Penggunaan kedua statistik tersebut juga tergantung pada jenis data yang dianalisis. Statistik parametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio, sedangkan statistik nonparametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal.  Jadi untuk menguji hipotesis dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan statistik, ada dua hal utama yang harus diperhatikan, yaitu macam data dan bentuk hipotesis yang diajukan.

C.     JUDUL PENELITIAN DAN STATISTIK YANG DIGUNAKAN UNTUK ANALISIS
Berikut ini diberikan salah satu contoh judul penelitian, rumusan masalah, hipotesis dan teknik statistik yang akan digunakan untuk pengujian hipotesis.

“ PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI PEGAWAI DI PEMERINTAH PROPINSI JAWA TENGAH “          

TABEL 1.1
CONTOH JUDUL PENELITIAN , RUMUSAN MASALAH,
HIPOTESIS DAN TEKNIK ANALISIS DATA YANG DIGUNAKAN
(SATU VARIABEL INDEPENDEN)
Rumusan Masalah
Hipotesis
Statistik untuk Uji Hipotesis
Berapakah rata-rata kecerdasan emosional pegawai di Propinsi Jawa Tengah ?
Kecerdasan emosional (EQ) pegawai di pemerintahan Propinsi Jawa Tengah paling tinggi 150
Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis dapat dilihat pada tabel 1.2. Data yang terkumpul adalah ratio. Bentuk hipotesisnya adalah deskriptif maka teknik uji untuk hipotesis no.1 dan 2 adalah sama yaitu : t- test (untuk satu sampel).  
Berapakah rata-rata prestasi kerja pegawai ?
Prestasi kerja pegawai Pemerintah Propinsi Jawa Tengah paling tinggi 140 atau 70% dari kriteria yang diharapkan . (kriteria prestasi kerja pegawai paling tinggi misalnya 200) 
t-test satu sampel 
Adakah hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional pegawai dengan prestasi kerja ?
Terdapat hubungan yang positif dan signifikansi antara kecerdasan emosional dengan prestasi kerja pegawai
Data kedua variable adalah data ratio, oleh karena itu teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah: Korelasi Pearson Product Moment  
Bagaimanakah pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi kerja pegawai ?
Kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap prestasi kerja pegawai
Koefisien diterminasi, dan analisis regresi

Contoh Analisis Data
a.       Judul :”Pengaruh Kemempuan Kerja dan Motivasi Kerja Karyawan terhadap Produktivita Kerja di PT. Mitra Raja
b.      Diasumsikan penelitian menggunakan sampel, yang diambil secara straijied random sampling. Semua instrument penelitian menggunakan skala interval, sehingga data yang didapat adalah data interval dan statistic yang digunakan adalah parametris.
c.       Rumusan maslah, hipotesis dan teknik statistic yang digunakan untuk menguji hiopotesis pada judul penelitian “Pengaruh Kemampuan dan Motoivasi Kerja terhadap Produktivitas Kerja
X1 = kemampuan karyawan
X2  =  motivasi kerja
Y   =  produktivitas kerja

D.    KONSEP DASAR PENGUJIAN HIPOTESIS
Semula hipotesis dari bahasa yunani yangmempunyai dua kata ialah kata “hupo”(sementara) dan “thesis” (pernyataan atau teori). Karena hipotesis merupakan pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya. Kemudian para ahli menafsirkan arti hipotesis adalah sebagai dugaan terhadap hubungan antara dua variable atau lebih. Sehingga dapat diartikan bahwa hipotesis adalah jawaban atau dugaan sementara yang harus diuji lagi kebenarannya.
1.      Taraf Kesalahan Dalam Pengujian Hipotesis
Pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel. Terdapat dua cara menaksir yaitu, a point estimate dan inteval estimate atau sering disebut confidence interval. A point estimate adalah suatu taksiran parameter populasi berdasakan satu nilai data sampel. Sedangkan interval estimate adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sampel.
Menaksir parameter populasi yang menggunakan point estimate akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate. Menaksir daya tahan kerja orang Indonesia 10 jam/hari akan mempunyai kesalahan yang lebih besar bila dibandingkan dengan nilai taksiran antara 8 sampai dengan 12 jam. Makin besar interval taksirannya maka akan semakin kecil kesalahannya. Biasanya dalam penelitian kesalahan taksiran ditetapkan lebih dahulu, yang digunakan adalah 5% dan 1%.
2.      Dua kesalahan Dalam pengujian Hipotesis
Dalam menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel, kemungkinan akan terdapat dua kesalahan yaitu:
·      Kesalahan Tipe I adalah suatu kesalahan bila menolak Ho yang benar (seharusnya diterima). Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan α.
·      Kesalahan Tipe II adalah bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditlolak). Tingkat kesalahan untuk ini dinyatakan dengan β.

E.     PENGERTIAN ANALISIS DATA
Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah : mengelompokkan data berdasarkan variable dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Untuk penelitian yang tidak merumuskan hipotesis, langkah terakhir tidak dilakukan.
Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat beberapa dua macam statistik yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan statistik nonparametris.


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan sopan yaa :)