BAB
8
ANALISIS
DATA
A.
STATISTIK DESKRIPTIF DAN
INFERENSIAL
Statistika deskriptif adalah metode-metode
yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga
memberikan informasi yang berguna. Pengklasifikasian menjadi statistika deskriptif
dan statistika inferensia dilakukan berdasarkan aktivitas yang dilakukan.
Statistika deskriptif hanya memberikan
informasi mengenai data yang dipunyai dan sama sekali tidak menarik inferensia
atau kesimpulan apapun tentang gugus induknya yang lebih besar. Contoh
statistika deskriptif yang sering muncul adalah, tabel, diagram, grafik, dan
besaran-besaran lain di majalah dan koran-koran. Dengan Statistika deskriptif,
kumpulan data yang diperoleh akan tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat
memberikan informasi inti dari kumpulan data yang ada. Informasi yang dapat
diperoleh dari statistika deskriptif ini antara lain ukuran pemusatan data, ukuran penyebaran data,
serta kecenderungan suatu gugus data.
Statistika inferensial. Statistika
inferensia mencakup semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data
(contoh ) atau juga sering disebut dengan sampel untuk kemudian sampai pada
peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data
induknya(populasi).
Dalam statistika inferensia diadakan pendugaan parameter, membuat hipotesis, serta melakukan pengujian hipotesis tersebut sehingga sampai pada kesimpulan yang berlaku umum.Metode ini disebut juga statistika induktif, karena kesimpulan yang ditarik didasarkan pada informasi dari sebagian data saja. Pengambilan kesimpulan dari statistika inferensia yang hanya didasarkan pada sebagian data saja sebagian data saja menyebabkan sifat tak pasti, memungkinkan terjadi kesalahan dalamn pengambilan keputusan, sehingga pengetahuan mengenai teori peluang mutlak diperlukan dalam melakukan metode-metode statistika inferensia.
Dalam statistika inferensia diadakan pendugaan parameter, membuat hipotesis, serta melakukan pengujian hipotesis tersebut sehingga sampai pada kesimpulan yang berlaku umum.Metode ini disebut juga statistika induktif, karena kesimpulan yang ditarik didasarkan pada informasi dari sebagian data saja. Pengambilan kesimpulan dari statistika inferensia yang hanya didasarkan pada sebagian data saja sebagian data saja menyebabkan sifat tak pasti, memungkinkan terjadi kesalahan dalamn pengambilan keputusan, sehingga pengetahuan mengenai teori peluang mutlak diperlukan dalam melakukan metode-metode statistika inferensia.
B.
STATISTIK PARAMETRIS DAN
NONPARAMETRIS
Statistik
Parametrik, yaitu ilmu statistik yang mempertimbangkan jenis sebaran atau
distribusi data, yaitu apakah data menyebar secara normal atau tidak. Dengan
kata lain, data yang akan dianalisis menggunakan statistik parametrik harus
memenuhi asumsi normalitas. Pada umumnya, jika data tidak menyebar normal, maka
data seharusnya dikerjakan dengan metode statistik non-parametrik, atau
setidak-tidaknya dilakukan transformasi terlebih dahulu agar data mengikuti
sebaran normal, sehingga bisa dikerjakan dengan statistik parametrik.
Statistik Non-Parametrik adalah test yang
modelnya tidak menetapkan syarat-syaratnya yang mengenai parameter-parameter
populasi yang merupakan induk sampel penelitiannya. Oleh karena itu
observasi-observasi independent dan variabel yang diteliti pada dasarnya
memiliki kontinuitas. Uji metode non parametrik atau bebas sebaran adalah
prosedur pengujian hipotesa yang tidak mengasumsikan pengetahuan apapun
mengenai sebaran populasi yang mendasarinya kecuali selama itu kontinu.
Pendeknya: Statistik Non-Parametrik adalah
yaitu statistik bebas sebaran (tidak mensyaratkan bentuk sebaran parameter
populasi, baik normal atau tidak). Selain itu, statistik non-parametrik
biasanya menggunakan skala pengukuran sosial, yakni nominal dan ordinal yang
umumnya tidak berdistribusi normal.
Penggunaan kedua statistik tersebut juga
tergantung pada jenis data yang dianalisis. Statistik parametris kebanyakan
digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio, sedangkan statistik
nonparametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data nominal dan
ordinal. Jadi untuk menguji hipotesis dalam penelitian kuantitatif
yang menggunakan statistik, ada dua hal utama yang harus diperhatikan, yaitu macam
data dan bentuk hipotesis yang diajukan.
C.
JUDUL PENELITIAN DAN STATISTIK
YANG DIGUNAKAN UNTUK ANALISIS
Berikut ini diberikan salah satu contoh judul penelitian,
rumusan masalah, hipotesis dan teknik statistik yang akan digunakan untuk
pengujian hipotesis.
“ PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI PEGAWAI DI
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TENGAH “
TABEL 1.1
CONTOH JUDUL PENELITIAN , RUMUSAN
MASALAH,
HIPOTESIS DAN TEKNIK ANALISIS DATA YANG
DIGUNAKAN
(SATU VARIABEL INDEPENDEN)
|
Rumusan Masalah
|
Hipotesis
|
Statistik untuk Uji
Hipotesis
|
|
Berapakah rata-rata kecerdasan emosional pegawai di
Propinsi Jawa Tengah ?
|
Kecerdasan emosional (EQ) pegawai di pemerintahan Propinsi
Jawa Tengah paling tinggi 150
|
Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis
dapat dilihat pada tabel 1.2. Data yang terkumpul adalah ratio. Bentuk
hipotesisnya adalah deskriptif maka teknik uji untuk hipotesis no.1 dan 2
adalah sama yaitu : t- test (untuk satu sampel).
|
|
Berapakah rata-rata prestasi kerja pegawai ?
|
Prestasi kerja pegawai Pemerintah Propinsi Jawa Tengah
paling tinggi 140 atau 70% dari kriteria yang diharapkan . (kriteria prestasi
kerja pegawai paling tinggi misalnya 200)
|
t-test satu sampel
|
|
Adakah hubungan yang positif dan signifikan antara
kecerdasan emosional pegawai dengan prestasi kerja ?
|
Terdapat hubungan yang positif dan signifikansi antara
kecerdasan emosional dengan prestasi kerja pegawai
|
Data kedua variable adalah data ratio, oleh karena itu
teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah: Korelasi
Pearson Product Moment
|
|
Bagaimanakah pengaruh kecerdasan emosional terhadap
prestasi kerja pegawai ?
|
Kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap prestasi
kerja pegawai
|
Koefisien diterminasi, dan analisis regresi
|
Contoh Analisis Data
a.
Judul :”Pengaruh Kemempuan
Kerja dan Motivasi Kerja Karyawan terhadap Produktivita Kerja di PT. Mitra Raja
b.
Diasumsikan penelitian
menggunakan sampel, yang diambil secara straijied random sampling. Semua
instrument penelitian menggunakan skala interval, sehingga data yang didapat
adalah data interval dan statistic yang digunakan adalah parametris.
c.
Rumusan maslah, hipotesis dan
teknik statistic yang digunakan untuk menguji hiopotesis pada judul penelitian
“Pengaruh Kemampuan dan Motoivasi Kerja terhadap Produktivitas Kerja
X1 = kemampuan
karyawan
X2 =
motivasi kerja
Y =
produktivitas kerja
D.
KONSEP DASAR PENGUJIAN
HIPOTESIS
Semula hipotesis dari bahasa yunani
yangmempunyai dua kata ialah kata “hupo”(sementara) dan “thesis” (pernyataan
atau teori). Karena hipotesis merupakan pernyataan sementara yang masih lemah
kebenarannya. Kemudian para ahli menafsirkan arti hipotesis adalah sebagai
dugaan terhadap hubungan antara dua variable atau lebih. Sehingga dapat
diartikan bahwa hipotesis adalah jawaban atau dugaan sementara yang harus diuji
lagi kebenarannya.
1.
Taraf Kesalahan Dalam Pengujian
Hipotesis
Pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah
menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel. Terdapat dua cara menaksir
yaitu, a point estimate dan inteval estimate atau sering disebut confidence
interval. A point estimate adalah suatu taksiran parameter populasi berdasakan
satu nilai data sampel. Sedangkan interval estimate adalah suatu taksiran
parameter populasi berdasarkan nilai interval data sampel.
Menaksir parameter populasi yang
menggunakan point estimate akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate. Menaksir daya tahan
kerja orang Indonesia 10 jam/hari akan mempunyai kesalahan yang lebih besar
bila dibandingkan dengan nilai taksiran antara 8 sampai dengan 12 jam. Makin
besar interval taksirannya maka akan semakin kecil kesalahannya. Biasanya dalam
penelitian kesalahan taksiran ditetapkan lebih dahulu, yang digunakan adalah 5%
dan 1%.
2.
Dua kesalahan Dalam pengujian
Hipotesis
Dalam menaksir parameter populasi
berdasarkan data sampel, kemungkinan akan terdapat dua kesalahan yaitu:
·
Kesalahan Tipe I adalah suatu
kesalahan bila menolak Ho yang benar (seharusnya diterima). Dalam hal ini
tingkat kesalahan dinyatakan dengan α.
·
Kesalahan Tipe II adalah bila
menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditlolak). Tingkat kesalahan untuk
ini dinyatakan dengan β.
E.
PENGERTIAN ANALISIS DATA
Dalam penelitian kuantitatif, analisis
data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data
lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah : mengelompokkan data
berdasarkan variable dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel
dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan
perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk
menguji hipotesis yang telah diajukan. Untuk penelitian yang tidak merumuskan
hipotesis, langkah terakhir tidak dilakukan.
Teknik analisis data dalam penelitian
kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat beberapa dua macam statistik yang
digunakan untuk analisis data dalam penelitian, yaitu statistik deskriptif dan
statistik inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan
statistik nonparametris.






0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan sopan yaa :)